"Jangan Buang Sampah Sembarangan, termasuk Sampah Mulut dan Janji Elit Politik".
Begitu sebuah papan besar dibuat oleh Fadil di Pinggiran jalan besar di Kampungnya yang sangat Dia Cintai. Wajar saja dia Mencintai Kampungnya, karena dirinya kerja di Kantor Desa sebagai Kepala Urusan Pemerintahan. Dirinya membuat itu lantaran kesel dengan ulah banyak orang yang suka buang sampah di Pinggir Jalan Poros Kampungnya, Apalagi yang buang sampah bukan hanya dari warganya, melainkan dari warga desa-desa sebelah yang kerap kali melintasi. Harapannya agar tidak ada lagi yang membuang sampah di Jalan Poros yang telah dipasang plang olehnya.
"Hm,..dah beres dipasang. Biar gak ada yang buang sampah sembarangan" Gumamnya dalam hati
Selesai memasang tiba-tiba sahabat satu kantor kerjanya yang hendak pulang menghamipiri.
"Itu ada Sampah mulut dan janji elit politik dibuang kemana,Dil" tanya faqih temannya itu.
"Ke Penjara atau Neraka"
"Hahahaha.....uniq Dil tulisanmu" Jawabnya tertawa ngakak
"Ben (Biar)...Siapasuruh jadi sampah"
"Lha kalau aparat penegak hukumnya juga sampah gimana" tanya faqih
"dibuang juga, Qih"
"Lha kalau Kita gimana"
"Kalau kita ya di Lindungi lah"
"Hahaha....Lindungi dimana" Tawa Faqih sambil canda
"Dilindungi oleh Istri-Istri yang solehah, hahaha" jawab Fadil sambil tertawa
mereka pun tertawa lepas
"Wes (dah) Dil, Aku pulang dululah. Dengerin koplakmu ntr malah gak pulang-pulang Aku"
"Halah takut gak dapat sunat Istri ya"
"Hahaha....Wasuuuuu....."
"Wes (dah) Aku duluan" Faqih menjalankan motornya
"Yowes Kono (Yasudah Sana)"...
Begitulah Fadil, Laki-Laki yang masih muda yang bekerja di Kantor Desa untuk memajukan Desanya. Dirinya seoran lulusan sarjana dokter yang tidak mengutamakan kepentingan untuk kerja diluar Desanya. Banyak tawaran yang Dia terima untuk bekerja diluar. Namun dirinya ingin mengabdikan diri di Desanya mengingat potensi kesehatan yang mulai berkurang dengan nilai polusi yang semakin melunjak. Dirinya berharap Indonesia adalah bangsa yang sehat jasmani dan Rohani. Dirinya berprinsip "Kalau Tak Mampu Menyehatkan secara rohani, Maka Dirinya menyehatkan secara jasmani". Prinsip itulah yang dia bawa hingga saat ini dan mendorong untuk membangun desanya.
Usai sudah dirinya measang Plang, lalu dirinya pulang dengan mengendarai motornya yang "Vixion" dan sambil bernyanyi Lagu India yang berjudul "Muskurane" dengan santainya di sore hari, tiba-tiba dibalap mobil "Innova" dengan cepat, kemudian pengemudi mobil membuang plastik keluar, tak elak plastik itu kena muka Fadil yang guanteng. Fadil langsung reaksi dalam dirinya dengan raut wajahnya yang masam "uwasu" dalam bibirnya terucap. Fadil pun turun dari motornya mengambil batu besar yang kemudian dirinya melaju cepat membalap mobil tersebut. Sesampainya membalap, Fadil langsung melayangkan batu dan tak elak batu itu kena kaca depan mobil. Pemilik Mobil marah dan mengejar Fadil. Fadil melaju motornya dengan mengimbangi kecepatan si Mobil. Dirinya sengaja agar mobil membuntutinya hingga sampailah di Kantor Polsek (Kantor Polisi). Fadil masuk kekantor Polisi diikuti oleh supir mobil.
Si Supir marah-marah pada si Fadil. Fadil hanya diam dengan tatapan kosong dan seolah tak bersalah.
Si Supir mengadukan ke Polisi terkait kelakuan si Fadil. Kemudian polisi meminta keterangan dari Fadil. Fadil kemudian menceritakan "
"Gini Lho Pak, Saya tuh ya naek motor sambil santai lha wong kita kecepatan juga santai aja, lha tiba-tiba ada mobil ini melaju cepat balap saya. Lalu mobil itu mengeluarkan plastik,kemudian plastiknya kena muka saya yang gak berdosa. Lha saya kan ya mikir "oh berarti berbuat gini gak melanggar ya". Lha saya langsung aja ambil batu, saya balap itu mobil. Lalu saya lambungkan batu, nah batu itu kena Kaca bapak ini. Lha terus bapak ini kayaknya marah, lha kan sama-sama buang sampah tho pak. Lha yang sampah itu siapa?, saya atau bapak ini. Kalau Bapak ini gak buang plastik di Muka saya, saya gak akan ambil batu. tandanya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia".
"Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, itukan dasar pramuka". Tanya Polisi
"Iya Pak, kan saya dulu ikut pramuka" Balas Fadil
"Saya juga pernah ikut pramuka, Mas. Anda Jangan Begitu"Marah si Supir tak ingin kalah tentan Pramuka
"Lha Itu lucu, Bapak udah pernah ikut Pramuka tapi tidak Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia" Jawab Fadil
"Hahahaha....."Polisi tertawa ngakak
"Sudah Sudah Sudah.....Bapak lain kali jangan diulangi. Bagaimanapun perbuatan bapak juga tidak benar. Kalau bapak tadi tidak buang sampah semabarangan, dan tidak terkena muka Mas Fadil, pasti tidak sampai seperti ini Akibatnya. Udah Maaf-maafan. Karena mas fadil tidak bersalah, justru anda yang bersalah"Begitu terang polisi bijak
Ya sudah sekarang Bapak dan Mas Fadil silahkan berjabat tangan"Pinta Polisi
dengan wajah menggerutu, si supir bersedia jabat tangan dengan fadil
"Kita sekarang teman ya pak" Pinta Fadil dengan wajah tak bersalah
"Ya sudah saya pulang"Kata si Supir sambil pamit pulang
Si supir pun menuju mobilnya dan menuju pulang. Dalam hati begitu dongkol ingin uyek-uyek wajah Fadil. "Tapi ya sudahlah daripada besar masalah. Ntr Aku gak akan buang sampah lagi mestinya, ini baru Fadil aja yang kena dan tidak menuntut besar. Mungkin kalau orang lain kena sampah plastik yang Kubuang, bisa aja Aku dihajar masa kalau orangnya gak terima. Aku bisa babak belur" Gumamnya dalam hati dan nasehat bagi diri pribadinya
"Ya sudah pak saya pamit pulang" Pinta Fadil
"Ya sudah hati-hati, lain kali jangan gitu lagi." pesan polisi
"Ya yang sampah siapa pak, kan Bapak Supir Tadi"
"Hahahaha...."Tawa polisi sambil nyebanyol kepala si Fadil yang koplak tanda keakraban.
Melalui Cerita ini memiliki pesan moral :
Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia (dalam dasa dharma Pramuka yang kedua). Agar kita mencitai alam kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan berhati-hatilah berbuat yang dianggap tidak bermasalah walaupun itu sepele.
Kalau Punya cerita unik-unik, boleh dong di Komen Dibawah atau diemailkan aja Alamat emailnya : syaifuddingeologist@gmail.com. Ntr kubantu posting di Blog Saya ya, agar semakin banyak pembaca dan menanamkan nilai moral. Ingat, manusia Mati hanya 3 yang dibawa
1. Amal Jarizah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Anak Soleh
Nah melalui artikel ini, mari kita memberikan Ilmu yang bermanfaat untuk kita semua ya guys. Salam Sehat dan jangan lupa bahagia. Hidup Hanya Sekali, ya Dibahagiain Ajha.😃😃😃😃
Begitu sebuah papan besar dibuat oleh Fadil di Pinggiran jalan besar di Kampungnya yang sangat Dia Cintai. Wajar saja dia Mencintai Kampungnya, karena dirinya kerja di Kantor Desa sebagai Kepala Urusan Pemerintahan. Dirinya membuat itu lantaran kesel dengan ulah banyak orang yang suka buang sampah di Pinggir Jalan Poros Kampungnya, Apalagi yang buang sampah bukan hanya dari warganya, melainkan dari warga desa-desa sebelah yang kerap kali melintasi. Harapannya agar tidak ada lagi yang membuang sampah di Jalan Poros yang telah dipasang plang olehnya.
"Hm,..dah beres dipasang. Biar gak ada yang buang sampah sembarangan" Gumamnya dalam hati
Selesai memasang tiba-tiba sahabat satu kantor kerjanya yang hendak pulang menghamipiri.
"Itu ada Sampah mulut dan janji elit politik dibuang kemana,Dil" tanya faqih temannya itu.
"Ke Penjara atau Neraka"
"Hahahaha.....uniq Dil tulisanmu" Jawabnya tertawa ngakak
"Ben (Biar)...Siapasuruh jadi sampah"
"Lha kalau aparat penegak hukumnya juga sampah gimana" tanya faqih
"dibuang juga, Qih"
"Lha kalau Kita gimana"
"Kalau kita ya di Lindungi lah"
"Hahaha....Lindungi dimana" Tawa Faqih sambil canda
"Dilindungi oleh Istri-Istri yang solehah, hahaha" jawab Fadil sambil tertawa
mereka pun tertawa lepas
"Wes (dah) Dil, Aku pulang dululah. Dengerin koplakmu ntr malah gak pulang-pulang Aku"
"Halah takut gak dapat sunat Istri ya"
"Hahaha....Wasuuuuu....."
"Wes (dah) Aku duluan" Faqih menjalankan motornya
"Yowes Kono (Yasudah Sana)"...
Begitulah Fadil, Laki-Laki yang masih muda yang bekerja di Kantor Desa untuk memajukan Desanya. Dirinya seoran lulusan sarjana dokter yang tidak mengutamakan kepentingan untuk kerja diluar Desanya. Banyak tawaran yang Dia terima untuk bekerja diluar. Namun dirinya ingin mengabdikan diri di Desanya mengingat potensi kesehatan yang mulai berkurang dengan nilai polusi yang semakin melunjak. Dirinya berharap Indonesia adalah bangsa yang sehat jasmani dan Rohani. Dirinya berprinsip "Kalau Tak Mampu Menyehatkan secara rohani, Maka Dirinya menyehatkan secara jasmani". Prinsip itulah yang dia bawa hingga saat ini dan mendorong untuk membangun desanya.
Usai sudah dirinya measang Plang, lalu dirinya pulang dengan mengendarai motornya yang "Vixion" dan sambil bernyanyi Lagu India yang berjudul "Muskurane" dengan santainya di sore hari, tiba-tiba dibalap mobil "Innova" dengan cepat, kemudian pengemudi mobil membuang plastik keluar, tak elak plastik itu kena muka Fadil yang guanteng. Fadil langsung reaksi dalam dirinya dengan raut wajahnya yang masam "uwasu" dalam bibirnya terucap. Fadil pun turun dari motornya mengambil batu besar yang kemudian dirinya melaju cepat membalap mobil tersebut. Sesampainya membalap, Fadil langsung melayangkan batu dan tak elak batu itu kena kaca depan mobil. Pemilik Mobil marah dan mengejar Fadil. Fadil melaju motornya dengan mengimbangi kecepatan si Mobil. Dirinya sengaja agar mobil membuntutinya hingga sampailah di Kantor Polsek (Kantor Polisi). Fadil masuk kekantor Polisi diikuti oleh supir mobil.
Si Supir marah-marah pada si Fadil. Fadil hanya diam dengan tatapan kosong dan seolah tak bersalah.
Si Supir mengadukan ke Polisi terkait kelakuan si Fadil. Kemudian polisi meminta keterangan dari Fadil. Fadil kemudian menceritakan "
"Gini Lho Pak, Saya tuh ya naek motor sambil santai lha wong kita kecepatan juga santai aja, lha tiba-tiba ada mobil ini melaju cepat balap saya. Lalu mobil itu mengeluarkan plastik,kemudian plastiknya kena muka saya yang gak berdosa. Lha saya kan ya mikir "oh berarti berbuat gini gak melanggar ya". Lha saya langsung aja ambil batu, saya balap itu mobil. Lalu saya lambungkan batu, nah batu itu kena Kaca bapak ini. Lha terus bapak ini kayaknya marah, lha kan sama-sama buang sampah tho pak. Lha yang sampah itu siapa?, saya atau bapak ini. Kalau Bapak ini gak buang plastik di Muka saya, saya gak akan ambil batu. tandanya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia".
"Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, itukan dasar pramuka". Tanya Polisi
"Iya Pak, kan saya dulu ikut pramuka" Balas Fadil
"Saya juga pernah ikut pramuka, Mas. Anda Jangan Begitu"Marah si Supir tak ingin kalah tentan Pramuka
"Lha Itu lucu, Bapak udah pernah ikut Pramuka tapi tidak Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia" Jawab Fadil
"Hahahaha....."Polisi tertawa ngakak
"Sudah Sudah Sudah.....Bapak lain kali jangan diulangi. Bagaimanapun perbuatan bapak juga tidak benar. Kalau bapak tadi tidak buang sampah semabarangan, dan tidak terkena muka Mas Fadil, pasti tidak sampai seperti ini Akibatnya. Udah Maaf-maafan. Karena mas fadil tidak bersalah, justru anda yang bersalah"Begitu terang polisi bijak
Ya sudah sekarang Bapak dan Mas Fadil silahkan berjabat tangan"Pinta Polisi
dengan wajah menggerutu, si supir bersedia jabat tangan dengan fadil
"Kita sekarang teman ya pak" Pinta Fadil dengan wajah tak bersalah
"Ya sudah saya pulang"Kata si Supir sambil pamit pulang
Si supir pun menuju mobilnya dan menuju pulang. Dalam hati begitu dongkol ingin uyek-uyek wajah Fadil. "Tapi ya sudahlah daripada besar masalah. Ntr Aku gak akan buang sampah lagi mestinya, ini baru Fadil aja yang kena dan tidak menuntut besar. Mungkin kalau orang lain kena sampah plastik yang Kubuang, bisa aja Aku dihajar masa kalau orangnya gak terima. Aku bisa babak belur" Gumamnya dalam hati dan nasehat bagi diri pribadinya
"Ya sudah pak saya pamit pulang" Pinta Fadil
"Ya sudah hati-hati, lain kali jangan gitu lagi." pesan polisi
"Ya yang sampah siapa pak, kan Bapak Supir Tadi"
"Hahahaha...."Tawa polisi sambil nyebanyol kepala si Fadil yang koplak tanda keakraban.
Melalui Cerita ini memiliki pesan moral :
Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia (dalam dasa dharma Pramuka yang kedua). Agar kita mencitai alam kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan berhati-hatilah berbuat yang dianggap tidak bermasalah walaupun itu sepele.
Kalau Punya cerita unik-unik, boleh dong di Komen Dibawah atau diemailkan aja Alamat emailnya : syaifuddingeologist@gmail.com. Ntr kubantu posting di Blog Saya ya, agar semakin banyak pembaca dan menanamkan nilai moral. Ingat, manusia Mati hanya 3 yang dibawa
1. Amal Jarizah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Anak Soleh
Nah melalui artikel ini, mari kita memberikan Ilmu yang bermanfaat untuk kita semua ya guys. Salam Sehat dan jangan lupa bahagia. Hidup Hanya Sekali, ya Dibahagiain Ajha.😃😃😃😃
Komentar
Posting Komentar